HarianGunungkidul.com

Berita Online Gunungkidul Terbaru

Gunungkidul Mendapat 10 Jatah Gerai UMKM di Yogyakarta International Airport

Gambar :bangkapos

Sebanyak 10 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Gunungkidul menerima rekomendasi untuk mengisi outlet di Yogyakarta Internasional Airport (YIA) di Kabupaten Kulonprogo. Jenis usaha yang dilakukan oleh masing-masing dari enam usaha kecil yang bergerak di sektor makanan dan empat lainnya di bidang kerajinan.

Sekretaris Koperasi Kabupaten Gunungkidul dan Kantor UMKM, Sih Supriyana, mengatakan hasil inventarisasi usaha kecil yang disiapkan untuk mengisi outlet di YIA telah diserahkan dan disatukan dengan Koperasi DIY dan Kantor UMKM. Meski begitu, hingga kini jajarannya masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Pemerintah Daerah DIY. “Kementerian Perindustrian dan Perdagangan DIY memutuskan UMKM mana yang ditunjuk untuk mengisi gerai di YIA,” kata Sih, seperti di kutip dari harianjogja Senin (20/5/2019).

Sih Supriyana menjelaskan, UMKM yang direkomendasikan berjualan di YIA adalah usaha kecil yang tidak dimiliki oleh kabupaten / kota lain di DIY. Tiga sektor bisnis yang ditargetkan bergerak di bidang makanan, kerajinan, dan mode. “Tiga jenis industri kecil bisa masuk ke sana [YIA],” katanya.

Menurut Sih, UMKM yang bergerak di sektor makanan memiliki peluang lebih besar untuk memasuki YIA dibandingkan dengan sektor lain seperti kerajinan dan mode. Pelaku bisnis ini dapat menjual makanan langsung di bandara dan memiliki target setiap hari harus dijual. Sedangkan untuk outlet kerajinan dan fesyen, kata Sih, yang direkomendasikan adalah kerajinan dan fesyen unik dari Bumi Handayani.

Kepala Divisi Usaha Kecil dan Menengah dari Koperasi Gunungkidul dan Kantor UMKM, Sutaryono, mengatakan bahwa sebelum memutuskan 10 UMKM mana yang siap memasuki YIA, jajaran tersebut telah menghadiri pertemuan dengan kabupaten lain. “Pertemuan itu diadakan pada November 2018,” kata Sutaryana.

Menurut Sutaryana, UMKM yang menerima rekomendasi adalah UMKM yang sudah memiliki produk penjualan, memiliki rutinitas produksi dan lebih maju dari UMKM lain. Dia berharap produk yang mendapat kesempatan untuk berjualan di gerai tidak berhenti di tengah jalan. “Bisnisnya harus dilanjutkan,” tambahnya.

Manajer Cokelat Nglanggeran, Sugeng Handoko, mengakui bahwa ia telah menerima pemberitahuan tentang peluang untuk menjual di YIA. Dia mengaku diberi waktu untuk siap mengisi satu minggu ke depan. “Kami siap dan sudah menyiapkan berbagai hal,” katanya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan kemasan produk dengan instruksi dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Beberapa produk unggulan yang disiapkan termasuk minuman cokelat, dodol, dan pisang asin. Dia berharap sebelum produk Idul Fitri tersedia di gerai YIA. “Kami berharap dapat memperkenalkan produk-produk lokal dan mampu menembus ke pasar global,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *