HarianGunungkidul.com

Berita Online Gunungkidul Terbaru

Kenali Depresi Sejak Dini, Penyebab Timbul Niatan Bunuh Diri

ilustrasi: inet

Depresi adalah penyakit mental yang mempengaruhi suasana hati, perasaan, stamina, nafsu makan, pola tidur, dan tingkat konsentrasi penderita. Depresi bukanlah pertanda ketidakbahagiaan atau kecacatan karakter. 

Depresi bukanlah kondisi alami yang ditemukan seperti stres atau panik. Orang yang mengalami depresi biasanya akan merasa hilang atau termotivasi, terus-menerus merasa sedih dan gagal, dan mudah lelah.

Kondisi ini dapat berlangsung selama enam bulan atau lebih. Jadi, orang yang menderita depresi biasanya merasa kesulitan untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti bekerja, makan, bersosialisasi, belajar, atau mengemudi secara normal. Siapa pun bisa mengalami depresi, terutama jika ada riwayat depresi dalam keluarga dekat Anda. Penelitian juga menunjukkan bahwa wanita lebih berisiko terkena depresi daripada pria.

Gejala depresi

Tanda-tanda depresi jauh lebih rumit daripada gejala stres. Penampilannya bisa bertahap sehingga sulit untuk benar-benar menyadari ketika depresi pertama kali menyerang. Berikut ini adalah berbagai gejala depresi yang biasanya terjadi.

1. Mundur dari lingkungan sosial dan keluarga

2. Merasa sedih seolah tidak ada harapan

3. Kehilangan antusiasme, motivasi, energi, dan stamina

4. Sulit membuat keputusan

5. Makan lebih sedikit atau lebih dari biasanya

6. Tidur kurang atau lebih lama dari biasanya

7. Sulit berkonsentrasi

8. Sulit untuk diingat

9. Merasa bersalah, gagal, dan sendirian

10. Pikiran negatif terus menerus

11. Mudah kecewa, marah, dan tersinggung

11. Sulit menjalani aktivitas sehari-hari

12. Kehilangan minat pada hal-hal yang biasanya dinikmati

13. Pikiran bunuh diri

Cara mengatasi depresi

Jika Anda merasa depresi, Anda harus segera mengambil tindakan. Depresi adalah penyakit yang bisa disembuhkan jika pengobatannya benar. Namun, depresi tidak dapat disembuhkan oleh Anda sendiri. Anda membutuhkan bantuan orang lain. Cobalah sesi konseling dengan psikolog atau psikiater. Anda juga dapat dirujuk ke berbagai terapi seperti Behavioral Cognitive Therapy (CBT) dan psikoterapi.

Untuk membantu Anda mengatasi kecemasan atau tenggelam dalam kesedihan yang berlarut-larut, perawatan dengan antidepresan dan obat penenang bisa menjadi solusinya. Pil tidur juga dapat ditawarkan bagi Anda yang mengalami insomnia atau sulit tidur. Ingatlah bahwa depresi bukanlah kesalahan Anda, tetapi Anda bisa melawannya. Ceritakan situasi Anda dengan jujur ​​kepada orang-orang terdekat Anda sehingga mereka dapat mendukung dan membantu Anda sembuh lebih cepat.

Apa bahayanya jika depresi tidak diobati?

Jangan meremehkan atau membiarkan depresi hanya karena dampaknya sangat berbahaya. Berbagai penelitian telah menemukan hubungan yang sangat dekat antara depresi dan penyakit hati dan gagal jantung. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang menderita depresi adalah 58% lebih mungkin menderita obesitas karena perubahan drastis dalam diet dan kurang olahraga. Jika tidak ditangani dengan serius, depresi pada usia muda dapat mengurangi kemampuan otak dan meningkatkan risiko Alzheimer dan stroke.

Dalam beberapa kasus, mereka yang mengalami depresi berat cenderung mencoba mengakhiri hidup mereka dengan bunuh diri. Jadi, inilah saatnya bagi Anda untuk merespons stres dan depresi dengan serius. Kenali perbedaannya dan segera atasi stres dan depresi sebelum semuanya terlambat.

Sumber : gundul.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *