Pembatasan Keluarnya Hewan Ternak di Desa Bejiharjo

Gambar : kompas

Pemkab Gunungkidul melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) memberikan kebijakan tentang larangan keluarnya hewan peliharaan yang ada di kawasan Dusun Grogol IV, desa Bejiharjo , kecamatan Karangmojo.

Kebijakan ini di lakukan untuk mencegah menularnya penyakit anthrax ke wilayah lain. Ir Bambang Wisnu Broto selaku Kepala DPP kabupaten Gunungkidul sudah berkoordinasi dengan pengurus RT/RW hingga kepala desa.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemangku kebijakan di tingkat bawah dari RT/RW hingga Kepala Desa (Kades) Bejiharjo terkait dengan penanganan antraks di wilayah tersebut,” ungkapnya.

Karena sampai saat ini wilayah yang terkena virus antraks adalah wilayah tersebut, jadi hewan yang berasal dari wilayah tersebut tidak di berkenankan keluar masuk sebelum di lakukan pemeriksaan.

Apa itu penyakit antraks?

Di kutip dati hellosehat.com, Penyakit anthrax (penyakit sapi gila) adalah infeksi bakteri serius yang disebabkan bakteri Bacillus anthracis. Pada keadaan normal, bakteri menghasilkan spora yang tidak aktif (dorman) dan hidup di tanah. Saat spora masuk ke dalam tubuh binatang atau manusia, spora menjadi aktif.

Spora aktif tersebut lalu mulai membelah diri, menghasilkan racun, menyebarkannya ke seluruh tubuh dan menyebabkan penyakit yang berat. Penyakit sapi gila ini dapat mengenai kulit, paru-paru, dan pada kasus yang jarang saluran pencernaan. Walaupun antraks adalah penyakit yang berbahaya, kondisi ini dapat diobati dengan antibiotik jika dideteksi dini. Vaksin juga tersedia untuk orang yang berisiko.

Perlu di ketahui, di kabupaten Gunubgkidul sapi pertama kali yang mati mendadak karena anthrax adalah milik Jumiyo warga Grogol IV, bejiharjo, karangmojo. Dan hingga saat ini ada 4 ekor sapi yang meninggal secara mendadak karena anthrax.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *