HarianGunungkidul.com

Berita Online Gunungkidul Terbaru

Pria Asal Semin Setia Menunggu 51tahun Untuk Menikahi Wanita Idaman

Gambar by kumparan

Kisah cinta seorang pria asal semin ini berujung bahagia. Ia rela menunggu selama 51 tahun untuk menikahi cinta pertamanya.

Haryadi warga komplek pasar semin, kecamatan semin ini dengan wajah berseri ini menceritakan tentang perjalanan cintanya.

Haryadi(63) dan Titin Widyatmi(62) dulu adalah teman sekolah di waktu SD pada tahun 1968. Ia mengaku bahwa dulu sering di jodoh-jodohkan oleh teman-temannya.

Haryadi sebenarnya sudah memendam rasa sejak kecil, akan tetapi ia malu untuk mengungkapkannya karena hanya di anggap bercandaan.

“Isinlah (Malulah). Isin neng seneng nek dipacok-pacokke karo deweke (malu tetapi sebenarnya suka kalau dijodoh-jodohkan dengan dia),”ujarnya, Selasa (6/8/2019).

Haryadi pun harus memendam perasaanya lantaran Titin ikut orangtuanya bekerja di luar daerah. Selama berpisah 51tahun Ia mengaku tidak pernah bertemu dan berkomunikasi dengan Titin.

Walaupun begitu, Haryadi mengaku tidak pernah mempunyai niat untuk merajut cinta dengan wanita lain. Meski begitu status lajang yang sudah di bilang tidak lagi tua menjadi alasan dia untuk menikah dengan wanita lain, akan tetapi niatnya di urungkan lagi.

Setelah 51tahun terpisah, mereka kembali di pertemukan melalui media sosial pada januari 2019. Setelah itu mereka pun melakukan komunikasi melalui aplikasi whatsapp hingga keapraban kembali terjalin. Kisah masa kecilpun selalu mengisi obrolan mereka hingga muncul benih-benih cinta.

Hayadi juga tidak segan-segan mengungkapkan cintanya pada Titin setelah tau dirinya menjanda. Jawabannya pun menbuat Haryadi lega.

Titin mengaku sudah menyimpan persaan pada Haryadi sejak kecil. Salah satu hal yang membuat Titin jatuh hati adalah karena mereka selalu bersaing dalam prestasi, dan memang selalu di jodoh-jodohkan.

Titin mengaku tidak pernah terfikirkan akan bertemu dengan hingga menikah dengan Haryadi.

“Empat tahun lalu suami saya meninggal, hari-hari saya lalui sendiri bersama anak dan cucu, sampai akhirnya bertemu dengan yang sekarang menjadi suami” ungkap Titin seperti di kutip dari kumparan.

Harsono, selaku ketua KUA kecamatan semin mengaku kaget dengan ada pengajuan pernikahan mereka berdua. Setelah di telurusi ternyata ada kisah unik di blakangnya. Untuk mas kawinnya sendiri adalah seperangkat alat shalat dan emas 21gram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *